Perbedaan Arti Kata Mandul Dan Infertil


Anda ingin cepat hamil?? Silahkan ikuti petunjuk dokter spesialis kandungan dr. Rosdiana Ramli, SpOG. Info Selengkapnya »»

Perbedaan Arti Kata Mandul Dan Infertil

Bagi pasangan suami istri, mendengar kata mandul merupakan sesuatu yang sangat menakutkan bahkan seperti sesuatu yang tidak punya harapan lagi. Sebenarnya apa sih arti kata mandul itu sampai-sampai kata tersebut sangat ditakuti ? Pada postingan kali ini saya akan coba membahas tentang pengertian mandul dan infertil, untuk itu langsung saja yuk kita simak penjelasannya dibawah ini.

Pengertian Mandul

Pengertian mandul adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan kehamilan pada pasangan yang telah melakukan hubungan seksual tanpa melalukan KB. Pengertian mandul ini terbagi menjadi dua, pengertian mandul bagi perempuan dan pengertian mandul bagi laki-laki.

Pengertian mandul bagi perempuan adalah ketidakmampuan seorang perempuan untuk mengalami kehamilan karena indung telur mengalami kerusakan sehingga tidak mampu memproduksi sel telur. Sedangkan Pengertian mandul bagi laki-laki adalah Ketidakmampuan seorang laki-laki untuk menghasilkan kehamilan karena buah pelir tidak dapat memproduksi sel spermatozoa sama sekali.

Laki-laki dan perempuan yang mandul sebenarnya masih memiliki fungsi seksual yang normal, tetapi untuk sebagian orang yang menyadari bahwa dirinya mandul biasanya mengalami gangguan fungsi seksual dikarenakan adanya hambatan psikis akibat adanya rasa tidak percaya diri terhadap kekurangan yang dialaminya.

Istilah mandul sering dipakai untuk menyebut pasangan suami istri yang belum diberikan keturunan meskipun mereka sudah lama menikah, padahal mereka belum tentu mengalami kemandulan, tetapi hanya mengalami infertil atau ketidaksuburan.

Di Indonesia pasangan suami istri yang mengalami hambatan kehamilan, yaitu berupa mandul dan infertil, ada sekitar 10-15 persen.


Apabila pasangan suami istri telah dinyatakan mandul setelah menjalani serangkaian pemeriksaan oleh dokter, maka kemandulan tidak dapat diatasidengan cara apapun. Kemandulan terjadi akibat adanya kerusakan yang permanen pada buah pelir atau indung telur sehingga spermatozoa atau sel telur tidak bisa diproduksi.

Jadi buat anda yang sudah dinyatakan mengalami kerusakan permanen pada buah pelir atau indung telur, sebaiknya tidak usah lagi berusaha mencari pengobatan atau jalan keluar lainnya karena pasti tidak akan berhasil. Yang perlu diperhatian disini adalah apakah masalah yang terjadi tersebut akibat kemandulan atau karena infertilitas (gangguan kesuburan), karena antara kemandulan dengan infertilitas tidaklah sama. Kedua istilah ini seringkali tertukar pada pasangan suami istri yang sering di sebut mandul, padahal mereka hanyalah infertil (tidak subur).


Yang dimaksud dengan pasangan infertil atau tidak subur adalah jika dalam keadaan normal dan tanpa menggunakan kontrasepsi, kehamilan terjadi pada 60 persen pasangan suami istri dalam waktu 6 bulan, pada 80 persen pasangan dalam waktu 9 bulan dan pada sekitar 90 persen pasangan suami istri dalam waktu 1 tahun.

Sepasang suami istri yang sudah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi selama satu tahun tetapi belum mampu hamil dan melahirkan anak hidup disebut pasangan infertil atau pasangan tidak subur. Berarti pasangan tersebut mengalami masalah infertilitas (ketidaksuburan).

Pada pasangan infertil, pihak suami masih mempunyai sel spermatozoa tetapi tidak dalam parameter normal karena mengalami suatu gangguan. Di pihak lain, pihak istri masih mempunyai sel telur tetapi mengalami gangguan, misalnya dalam perjalanan untuk masuk ke dalam rahim melalui saluran telur.

Jadi dengan pengertian diatas jelaslah bahwa antara pasangan infertil dengan pasangan mandul itu berbeda. Di dalam masyarakat kita, tampaknya lebih banyak pasangan infertil dibandingkan dengan pasangan yang benar-benar mandul. Tetapi istilah mandul lebih sering digunakan di masyarakat walaupun yang dimaksud adalah gangguan kesuburan.


Faktor - faktor yang dapat menyebabkan infertilitas adalah sebagai berikut :

Pertama : 
Faktor Hubungan Seksual

Faktor hubungan seksual yaitu frekuensi yang tidak teratur dalam melakukan hubungan seksual seperti terlalu sering atau terlalu jarang, gangguan fungsi seksual pria seperti disfungsi ereksi, ejakulasi dini yang berat, ejakulasi terhambat, ejakulasi retrograde (ejakulasi kearah kandung kencing), dan gangguan fungsi seksual wanita seperti dispareunia (sakit saat melakukan hubungan seksual) dan vaginismus.

Kedua : 
Faktor Infeksi

Faktor infeksi yaitu berupa infeksi pada sistem seksual dan reproduksi pria maupun wanita, contohnya seperti infeksi pada buah pelir dan infeksi pada rahim.

Ketiga : 
Faktor Hormon

Faktor hormon dapat berupa gangguan fungsi hormon pada pria maupun wanita sehingga pembentukan sel spermatozoa dan sel telur menjadi terganggu.

Keempat : 
Faktor Fisik

Faktor fisik dapat berupa benturan atau temperatur atau tekanan pada buah pelir sehingga proses produksi spermatozoa terganggu.

Kelima : 
Faktor Psikis

Faktor psikis contohnya seperti stress yang berat sehingga mengganggu pembentukan sel spermatozoa dan sel telur.

Untuk menghindari terjadinya gangguan kesuburan pada pria maupun wanita, maka faktor-faktor penyebab tersebut harus dihindari. Tetapi kalau gangguan kesuburan telah terjadi, diperlukan pemeriksaan yang baik sebelum dapat ditentukan langkah pengobatannya.


Masalah infertilitas adalah masalah gangguan kesuburan antara sepasang suami istri. Gangguan kesuburan tersebut mungkin dapat diatasi, mungkin juga tidak dapat diatasi. Hal itu sangat tergantung kepada penyebabnya dan sejauh mana kesuburan telah terganggu.

Berbagai cara dan pengobatan telah tersedia untuk mengatasi gangguan kesuburan, tetapi tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan. Sebagai contoh, infertilitas yang disebabkan karena penyumbatan saluran telur. Cara yang ada untuk membuka kembali saluran telur yang tersumbat ternyata tidak memberikan hasil yang baik. Contoh lain, pengobatan gangguan sperma, mungkin memberikan hasil yang baik, mungkin juga tidak. Pengobatan gangguan sperma yang disebabkan karena infeksi pada buah pelir, pada umumnya tidak memuaskan.

Itu berarti tidak semua pasangan infertil dapat mengatasi masalahnya dan dapat mempunyai anak. Karena itu, pada keadaan di mana gangguan kesuburan tidak dapat diatasi, dilakukan cara lain yang merupakan cara pintas. Cara pintas ini tidak lagi bertujuan memperbaiki gangguan kesuburan, melainkan langsung ke tujuan akhir, yaitu menghasilkan kehamilan.

Cara pintas yang tersedia ialah inseminasi buatan dengan menggunakan sperma suami dan tehnik “bayi tabung”. Inseminasi buatan dengan sperma suami dilakukan bila terjadi gangguan kualitas dan kuantjtas sperma, gangguan dalam melakukan hubungan seksual sehingga sperma tidak dapat masuk ke vagina, dan gangguan mulut rahim sehingga sel spermatozoa gagal masuk ke dalam rahim.

Cara mendapatkan kehamilan dengan menggunakan tehnik “bayi tabung” telah dikembangkan sejak tahun 1970 oleh dokter Patrick Steptoe dan Prof. Robert Edwards. Delapan tahun kemudian hasil teknologi itu telah menghasilkan seorang bayi wanita. Dalam perkembangannya beberapa cara tehnik “bayi tabung” telah dilakukan, mulai dari GIFT (Gamete Intra-Fallopian Transfer), ZIFT (Zygote Intra-Fallopian Transfer), IVF-ET (In-Vitro Fertilization-Embryo Transfer), sampai ke ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection).

Tehnik “bayi tabung” dilakukan bila terjadi gangguan sperma dan gangguan sistem reproduksj wanita yang menghambat pertemuan sel spermatozoa dengan sel telur. Dengan tehnik ini, sel spermatozoa dan sel telur dipertemukan di luar tubuh wanjta. Setelah hasil pertemuan itu berkembang, kemudian dimasukkan ke dalam rahim dan berkembang seperti kehamilan normal. Tetapi berbagai cara “bayi tabung” yang ada sampai saat ini, tetap tidak menjamin kehamilan pasti berhasil.

Di masyarakat muncul anggapan salah, seolah-olah tehnik “bayi tabung” adalah segalanya. Seolah-olah dengan cara ini pasangan infertil pasti dapat menjadi hamil dan mempunyai anak. Padahal ternyata tidak demikian. Keberhasilan tehnik “bayi tabung” dengan cara yang paling mutakhir dan di negara maju sekalipun, masih tergolong rendah sementara biaya yang diperlukan sangat tinggi.


Anda ingin cepat hamil?? ikuti petunjuk dr. ROSDIANA RAMLI, SpOG! SEORANG DOKTER AHLI untuk masalah ini.

dr. Rosdiana Ramli, adalah seorang dokter spesialis kandungan yang telah menolong banyak suami istri mendapatkan momongan sejak tahun 2011. Untuk bisa segera hamil, Anda harus dibantu oleh SEORANG YANG AHLI untuk masalah ini. Tanpa bantuan seorang ahli, sulit bagi Anda untuk bisa berhasil dalam program hamil, karena masalah susah hamil ini adalah masalah yang kompleks dan rumit. Info Selengkapnya »»



SILAHKAN DI SHARE ARTIKEL INI



Tidak ada komentar:

Posting Komentar